Minggu, 26 Oktober 2014

cara membuat blog dan etmodo





 tentunya bukan merupakan masalah yang besar untuk orang-orang yang sudah lama berkecimpung di dunia Internet khususnya Website. Namun, tidak untuk para pemula (orang yang baru terjum ke dunia website).
Untuk itulah disini Blog
Berguru SEO akan mencoba membantu kawan-kawan yang ingin Belajar Cara Membuat Blog, dan secara gratis pula tentunya.
Disini saya akan mencoba menjelaskan cara membuat blog dengan bahasa yang sesederhana mungkin, dengan harapan Anda yang tidak mempunyai latar webmaster (sebutan untuk orang yang jago bikin website) sekalipun mampu mengikuti Tutorial mengenai Cara Membuat Blog ini.
Cara Membuat Blog Sendiri Gratis di Blogger
Perlu dicatat, ketikka Anda ingin membuat blog di Blogger, maka email yang harus digunakan adalah Gmail, tidak boleh Yahoo Mail ataupun email dari Microsoft.
  1. Hal pertama yang harus Anda persiapkan tentunya adalah Email dari Google, atau kita sering menyingkatnya Gmail.

    Saya yakin 101% dari Anda sudah memiliki Akun Gmail, maka disini saya tidak perlu menjelaskan lagi cara membuatnya. Khusus (spesial) untuk Anda yang belum punya akun Gmail dan dan tidak mau repot mencari Tutorialnya di google. Maka Anda bisa membacanya langsung di 
    Cara Daftar Email di Gmail (Google Mail).
  2. Setelah Anda menyiapkan Akun Gmail yang akan Anda pakai untuk Membuat Blog, maka langkah selanjutnya tentu saja kita harus mengunjungi situs untuk membuat blog tersebut.

    Sesuai judul yang saya buat yaitu Membuat Blog di Blogger, maka disini kita akan mengunjungi situs
    http://www.blogger.com, walaupun blogger.com ini bukan satu-satunya tempat untuk membuat blog. Karena masih ada tempat untuk membuat blog lain, yang juga gratis, diantaranya adalah Wordpress dan Mywapblog.
  3. Nah, setelah kita sampai di Blogger.com maka kita akan disuguhkan halaman depan seperti ini.
    Inilah alasan mengapa tadi saya terlebih dahulu memastikan kepada Anda untuk memiliki akun Gmail, karena jika tidak punya, maka tentunya kita hanya akan berhenti pada Halaman depan Blogger ini (service login).
  4. Lanjut, saya anggap tadi Anda sudah bisa menembus pertahanan Google (service login) tersebut.
    Setelah masuk pada halaman utama (home) Blogger, klik tombol New Blog atau Blog Baru yang ada di sebelah pojok kanan atas layar monitor Anda.
  5. Nanti akan muncul Pop Up
  6. Tinggal Anda isi Title dengan Judul Blog dan Address dengan Alamat Blog. Ohya, pastikan saat Anda memilih Nama Blog, muncul Simbol Check berwarna biru di sebelah kanan, kalau muncul tanda atau Simbol Pentung berarna merah itu artinya nama Blog yang Anda pilih sudah digunakan orang lain.
    Langkah akhir tinggal Anda klik Buat Blog atau Create blog!
    Sampai disini sebenarnya kita sudah berhasil Membuat Blog di Blogger. Namun belum maksimal, karena kita belum menyentuh XML atau Template dari Blog yang baru saja kita buat, jadi jika Blog yang baru saja kita buat dibuka, maka Tampilannya akan masih sederhana.
    Untuk cara mendekorasi blog dan segala macamnya, akan saya bahas di Artikel selanjutnya ya, karena mengingat judul yang saya buat hanyalah untuk membahas 
    Cara Membuat Blog, bukan cara Mendekorasi Blog. Hehe, jadi tunggu saja Trik lainnya yang akan diberikan oleh Blog Berguru SEO ini.
Cara Membuat / Menulis Artikel di Blog
Karena tadi ada teman saya yang menyarankan untuk menulis juga cara membuat artikelnya, okelah akan saya tambah.

Untuk membuat maupun artikel di Blogger, sebenarnya cukup mudah yaitu Anda cukup mengklik tombol pos, bentuk icon-nya seperti ini
Cara Membuat Artikel Logo

Letak tombol tersebut adalah disebelah kiri layar monitor Anda.

Lanjutkan dengan mengklik icon pensil yang di bagian atas.

Setelah Anda klik ikon tersebut, nantinya kita akan masuk ruang editor (mirip office) nah, disini tinggal Anda tulis saja artikel apa saja yang ingin Anda tulis.
Ohya, dihalaman editor tersebut ada 2 Mode, yang pertama adalah Compose ( Teks Normal ) dan satunya lagi HTML ( Kode ). Perbedaan dari kedua Tipe atau Mode tersebut adalah jenis teks yang akan Anda lihat. Saya contohkan jika Anda ingin membuat tulisan SEO dengan format yang tebal.
Perhatikan perbedaanya.Catatan : Sebelah kiri adalah Mode Teks Normal ( Compose ) dan yang sebelah kanan adalah Mode Kode ( HTML ).
Dari gambar diatas saya yakin Anda sudah bisa membedakan antara Compose dan HTML. Bisa dikatakan Mode HTML memang lebih rumit ketimbang Mode Compose.
Sekedar catatan, dalam menulis suatu artikel atau konten, ada beberapa hal yang harus Anda perhatikan, diantaranya adalah :
  • Penggunaan Tag Heading H1, H2, H3
  • Penggunaan Keyword di Awal Kalimat
  • Kata Penutup Yang Tepat Untuk SEO
    Jika ketiga poin diatas kurang jelas, Anda bisa membaca secara lengkap disini 
    Cara Menulis Konten Yang SEO Friendly.

    Mungkin sampai disini dulu tutorial mengenai Cara Membuat Blog Sendiri Secara Gratis di Blogger, kedepan akan saya update lagi jika ada permintaan. Akhir kata saya ucapkan terimakasih telah bersedia membaca.
CARA MEMBUAT AKUN EDMODO UNTUK SISWA
Disini saya akan memposting
cara membuat akun edmodo untuk siswa, kenapa saya memposting artikel ini. Karena saya lebih senang belajar tanpa menghadap langsung oleh guru kita, tetapi kita bisa sekolah dirumah atau pernah kita dengar istilah HOME SCHOOL. Ini merupakan belajar online yang mengikatkan antara guru dan murid. Saat ini saya akan menjelaskan cara mendaftar edmodo untuk student/siswa.



1. Langkah pertama masuk ke halaman edmodo, untuk masuk klik disini
2. Dibawah ini adalah tampilan awal
edmodo
3. Kemudian daftar dahulu untuk memiliki akun edmodo, kemudian klik
I'am a Student
4. Setelah anda mengeklik
I'am a Student, tampilan seperti gambar dibawah ini
5. Kemudian isi data diri anda dikotak yang telah disediakan, Kemudian untuk
Group Code tanyakan kepada guru anda, Bila sudah lengkap klik Sign Up. Contoh seperti gambar dibawah ini
6. Tunggu beberapa menit akan ada pemberitahuan dari email bahwa akun anda sudah bisa digunakan











Cara Membuat Blog dan Edmodo


Tugas :TIK

Disampaikan kepada Guru TIK: Pa Rusliyadi
Kelas : XI IPA 2
Disusun oleh : Laila Ramadhini
Alamat sekolah : Jl. H. Junaidi No . 104 Palmerah Jakarta Barat
Telepon  / Fax : 021-536293


tari pendet



Tari Pendet.

Penari pendet memegang bokor tempat bunga yang akan ditaburkan.
Tari Pendet pada awalnya merupakan tari pemujaan yang banyak diperagakan di pura, tempat ibadat umat Hindu di Bali, Indonesia. Tarian ini melambangkan penyambutan atas turunnya dewata ke alam dunia. Lambat-laun, seiring perkembangan zaman, para seniman Bali mengubah Pendet menjadi "ucapan selamat datang", meski tetap mengandung anasir yang sakral-religius. Pencipta/koreografer bentuk modern tari ini adalah I Wayan Rindi (? - 1967).[butuh rujukan]
Pendet merupakan pernyataan dari sebuah persembahan dalam bentuk tarian upacara. Tidak seperti halnya tarian-tarian pertunjukkan yang memerlukan pelatihan intensif, Pendet dapat ditarikan oleh semua orang, pemangkus pria dan wanita, dewasa maupun gadis.[butuh rujukan]
Tarian ini diajarkan sekedar dengan mengikuti gerakan dan jarang dilakukan di banjar-banjar. Para gadis muda mengikuti gerakan dari para wanita yang lebih senior yang mengerti tanggung jawab mereka dalam memberikan contoh yang baik.
Tari putri ini memiliki pola gerak yang lebih dinamis daripada Tari Rejang yang dibawakan secara berkelompok atau berpasangan. Biasanya ditampilkan setelah Tari Rejang di halaman pura dan biasanya menghadap ke arah suci (pelinggih) dengan mengenakan pakaian upacara dan masing-masing penari membawa sangku, kendi, cawan, dan perlengkapan sesajen lainnya.[butuh rujukan].

cerpen cinta



Pagi yang indah untuk memulai hari udara segar menyeruak dari balik jendela yang ku buka membuat semangat untuk menjalani kegiatan hari ini. Aku seorang murid kelas 3 disebuah SMK swasta digarut tepat letaknya di kawasan wanaraja. Aku berumur 18 tahun pada tanggal 01 april nanti, aku termasuk anak yang pendiam saking pendiamnya aku sering di ejek sama teman-temanku disekolah mereka mencapku anak CUPU. Aku memiliki perawakan biasa saja dengan tinggi badan sekiatar 171 dengan berat badan mmmm…… yaa lumayanlah yang pasti gak gendut. Perwatakan ku biasa aja, gak cakep, gak imut. Manis juga enggak . “ng” ..? (pasti kamu berpikir jelek banget kan) gak banget-banget juga sih he..he..
Okelah mari kita mulai ceritanya,,,, HEPPY READING KAWAN……
Hari ini semua berjalan seperti bisanya bangun tidur, mandi, sarapan, berangkat sekolah setiap hari seperti ini tak ada yang berbeda. 06:30 aku berangkat dari rumah dan sekitar 07:15 atau 07:30 aku sampai di sekolah kulihat pintu gerbang sekolah telah terkunci rapat plus dengan gembok besarnya. “DAMN! I’m late…. Again” (pikirku) ya memang hampir setiap hari dalam seminggu aku terlambat datang kesekolah he..he.. maklum calon murid teladan hi..hi.. eits jangan marah-marah dulu dong kan aku bilang calon he…he.. calon gak jadi. Dengan terpaksa aku harus putar balik menapaki kaki dijalan yang beraspal untuk pulang kerumah (nyesek) jauh-jauh dari rumah datang kesekolah buat belajar malah pulang lagi.
Tapi ceritanya belum berakhir disini masih ada jalan belakang menerobos pagar kawat berduri tepat di belakang WC sekolah, agak sedikit bau sih tapi ya sudahlah tak ada jalan lain lagi. Sedikit demi sedikit jengkal demi jengkal tubuh ini melewati pagar berduri, dengan hati-hati sambil sesekali mengawasi situasi sekitar semoga saja tak ada guru yang datang. Perlahan tapi pasti aku bias melewati pagar ini “ leganya” gumamku.
Eits tapi belum sepenuhnya aman. Dengan gaya mengendap-endap seperti maling aku keluar dari balikkamar mandi, tengok kiri dan kanan semoga tak ada guru yang datang. Akhirnya semua aman terkendali. Hari ini pelajaran terasa sangat membosankan membuatku semakin tak bergairah untuk belajar berkali-kali aku menguap dengan kerasnya berharap pelajaran ini cepat selesai, namun ternyata baru 30 menit berlalu dari pelajaran ini di mulai “damn.!” Pikirku.
Sesekali kulihat jendela disebelah kana kelasku berharap ia datang , walau hanya untuk sekedar lewat didepan kelas ku. Walaupun begitu tapi aku senang bisa melihatnya lagi, meskipun hanya sedikit mengobati rasa rindu ini he.. he.. jujur aku selalu merindukan dia, rindu akan senyum manisnya, rindu akan mata indahnya, rindu akan tatapan itu, meski ia bukan termasuk tipeku tapi entah kenapa aku ingin sekali berada disampingnya.Jauh pikirku melayang berhayal dalam lamunan berharap kami berdua saling canda dan tawa, menghabiskan waktu hanya berdua saja, berbagi nkeluh kesah kita berdua.
Tiiit ….teeet….tuuut….treeet…. terkejut aku oleh suara bel berbunyi tanda bahwa pelajaran pertama telah selesai. Tak terasa pelajaran pertama telah selesa “akhirnya” gumamku. Suara bel tadi membangunkanku dari khayalan indah bersamanya “huh” sanggahku. Hari ini di jadwalkan 3 pelajaran dikelasku tapi pelajaran kedua dan ketiga gurunya berhalangan untuk hadir. Bersorak rialah hati ini “horrrre… aku bebas..” teriakku. Eits tunggu dulu tugas tetep tak terhalangi untuk datang. “ shit.. membosankan” pikirku.
Kupilih tuk menghabiskan waktu diluar kelas ituy lebih asik apa lagi sebentar lagi memasuki jam istirahat he..he.. sembari membuang rasa jenuhku aku pun menanti ia lewat didepan kelasku sambil menyelam minum air he.. he.. sedang asik-asiknya ngobrol dengan teman ku tak terasa jam istirahatpun telah tiba. Yeee… hatiku bersorak ria menantikan dai.
Dia datang…! Hatiku dag dig dug tak menentu melihat ia berjalan datang meghampiri ku yang sedang duduk didepan pintu kelasku. Jantungku berpacu dengan cepatnya saling mendahului dengan langkah kakinya yang semakin mendekat itu. Dalam hatiku berteriak aaaaargh … dia datang … dia datang… dia datang…. Dengan salah tingkah aku menahan jeritan dihati dan tingkahku agar tetap COOL (tenang) he.. he.. jantungku semakin berdetak kencang seperti genderang yang siap untuk perang ketika ia sudah semakin dekat denganku 1.. 2… 3.. tiga langkah terakhir dia dan dia.. dia.. dia.. A..aaahhh dia hanya melintas dihadapanku tak memperdulikanku sama sekali “huft” (nyesek banget.Sedih euy tadinya aku berharap ia menyapaku dengan senyum manisnya tapi ternyata nihil. Hah.bad mood weh jadi nateh.
Waktunya pulang…….
Hari ini aku pulang dengan perasaan kesal dan badmood aku pulang sekitar pukul 13.30 cuaca hari ini panas sepanas hati ini hhuft. Setibanya dirumah pukul 14.10. “perjalanan yang melelahkan” gumamku. Langsung saja kumasuk kamar membuka semua perlengkapan sekolahku. Dan kini hanya aku mengenakan kaos singlet robek dan celana boxer lusuh dan sedikit bolong dibagian dibagian depan. Kujatuhkan tubuh ini diatas kasur berukuran 1m X 80 cm, mencoba menenangkan diri dari rutinitas hari ini ku pejamkan mata ini mengingat kembali kejadian disekolah tadi, karna ini bukan yangh pertama kalinya. Tak terasa aku terlelap bersama kenangan itu.
Hari-hari ku selanjutnya berjalan seperti biasa taka da yang berbeda, sidia pun begitu tak memperhatikan sepertiu waktu itu, namun pernah pada suatu hari ia satu kali menyapaku dan tersenyum padaku dan kita pun berbincang ringan sebentar “huft” pikirku. Namun itu sungguh membuatku sangat senang “oh god thank you so much” teriaku dalam hati. Betapa bahagianya hati ini walau pun sebentar tapi aku bahagia. Namun kini hari-hari ku penuh dengan rasa galau. Aku rindu dia.
19 november 2012
Dear my friend…
Hari ini aku merasa serba salah! Saat ku bertemu denganya lagi aku tersadar akan tamparan yang ia berikan ini. Tingkahnya saat ini mengartikan bahwa ia saat ini hanya menganggapku teman. Hanya teman tak lebih. Mungkin hanya aku saja yang memiliki perasaan aneh ini terhadapnya. “salah” (batinku berteriak). “kenapa aku harus menyukainya.?” Tanyaku saat batin ini menjerit. Ya ini salah. Semua ini salah perasaan yang salah jika aku harus menyukainya.
Sadar…
Aku sangat sadar tiap hari aku memikirkan dia meski perang batin tak pernah berhenti. “aku tak boleh menyukainya. Karna dia takkan pernah aku miliki. Aku tak boleh memikirkan dia. Ini semua salah. Rasa ini salah” hening. Tak sadar air mata telah terurai dipelipih pipi. “ ayolah kawan ….! Sadarlah kawan kau tak boleh menyukainya”. Namun disisi lain. “aku akui bahwa aku menyukainya bahkan mungkain aku sudah jatuh cint dan mencintainya” terdiam aku.
“matamu membuatku rindu akan tayapan itu, Bibirmu membuaku rindu akan senyum manis itu, candaanmu yang pas dengan gayamu membuatku terjatuh jauh kedalam cintamu, tingkahmu….” Hening kembali derai air mata pun terus mengalir tak terhenti. ‘hhmmm” tersenyum simpul aku ketika ingat akan tingkahmu yang selalu membuatku bingung.
Kadang aku merasa ia memiliki perasaan yang sama terhadapku namun aku merasa ia hanya menganggapku sebagai teman biasa saja. Seperti saat ini saat dimana aku tengah rindu akan candaan dan sapaan dia tapi ternyata tak seperti apa yang aku harapkan, tamparan ini membuatku mengerti ia takkan pernah aku miliki karna cinta memang tak selamanya harus memiliki. Hatiku berkata “ tuhan kenapa denganku ini .? apa yang harus hamba lakukan.? Hamba tak bias jika hamba harus hidup seperti ini, tersiksa akan perasaan yang tak bertepi.” Dalam heningnya malam yang gelap ditemani rintik hujan yang seakan mengiringi rasa gundah hati ini. Kau berdoa “ tuhan hamba ingin merasakan indahnya dicintai dan disayangi oleh orang yang hamba sukai” Hening sesaat .
“ tuhan
ijinkanlah hamba untuk mendapat pelukan hangat darinya
ijinkanlah hamba untuk mendapat ciuman mesra dari dirinya walau hanya satu kecupan
ijinkanlah ia agar jatuh kedalam pelukan hamba” tetes air mata kian jatuh mengiringi jatuhnya hati akan buayan cinta.
“tuhan..
Buatlah ia mencintai hamba
Buatlah ia menyayangi hamba
Buatlah ia rindu ingin memeluk hamba
Dan (hening sesaat)
Ijinkanlah ia mencium hamba walau hanya satu kecupan saja itu sudah membuat hamba bahagia”.
17 februari 2013
Dear god…
Engkau yang maha tau semua yang ada di dunia ini dan engkaupun tau bagaimana perasaannya terhadapku. Aku tahu dan aku pun sadar ini hanya perasaan semu yang hamba rasakan , tapi tak bisakah aku mengetahui isi dihatinya. Aku tak mau bila harus menyesal dikemuian hari nanti.
Ijinkanlah walau hanya satu kali. Temankah yang dia inginkan.? Jujur hamba sangat berharap lebih padanya. Perlihatkan dengan jelas apa perasaannya didepan mataku dan hanya aku, KAMU dan dia yang tahu.
I hope you hear me.
Thank for all.
Secercah do’a dari sekian banyak doa yang kutuliskan untuk tuhan. Semua harapan dan do’a aku panjatkan dalam setiap sujudku. 5 kali sehari dan 37 kali dalam seminggu aku mencoba untuk terus berdoa berharap Engkau berkenan untuk mengabulkannya.
CINTA..
Cinta..
Kenapa engkau memilihnya.? Yak adakah orang lain selain dia.?
Cinta..
Kenapa engkau ikat hati ini hanya untuk dia.?
Cinta..
Pantaskah aku berada di sampingnya.?
Cinta..
Berikanlah cinta tulusnya padaku dan…
Cinta..
Buatlah ia mencintaiku.
Oh boy .. cinta.. cinta .. cinta… semua orang butuh akan cinta tak akan damai dunia ini jika tanpa adanya cinta. Cinta bisa datang kapan saja, kepada siapa saja dan dimana saja, cinta bisa datang saat siang ataupun malam. Cinta jatuh kepada siapa saja teman, keluarga, musuh, orang asing, petani, pedagang, guru. Bahkan orang gilapun bisa jatuh cinta. (gak mungkin) bantah kalian. He.. he.. hey kenapa enggak orang waras saja bisa gila karena cinta apalagi orang gila bisa waras karena cinta. “ENG” (tanda Tanya besar mengembang di jidat jenong kalian). “gaje banget” teriak kalian. He.. he.. peace ah. Senyum dikit napah walau gak lucu juga sih. Mari kita lanjut galau-galauannya. Aku tak mau menjadi orang seperti orang yang bodoh karna merasa ia menyukaiku. Aku lelah dengan persaan ini, aku lelah dengan kenyataan ini dan aku lelah dengan hati ini kenapa harus memilih dia.
Cinta
Jangan kau siksa aku denga perasaan ini
Ku ingin bahagia walau tanpa dia
Kurela jika aku tak pernah bisa memiliki
Hati dan perasaanya
Dia bilang..
“aku tak mengerti cinta tapi aku tau aku menyukainya aku ingin sekali melupakannya tap[I aku sedih ketika aku tersadar ia sudah taka da dipikiranku”. Akhir –akhir ini hidup ku terasa kacau seperti orang gila lebih banyak melamun selalu memisahkan diri di kelasa hanya untuk mencari tempat sepi untuk aku sendiri pikiranku melayang entah kemana rindu diahti kian hari kian mengebu-gebu ingin melihatnya.
01 maret 2013
Perbedaan selalu memisahkan cinta
Tapi tak selamanya perbedaan tak dapat
Menyatukan cinta karena pada kenyataannya
Persamaan pun tak dapat menyatukan cinta
Cinta itu suci yang datang dari hati
Cinta itu tulus murni apa adanya
Akan tetapi kenyataanlah yang tak bisa
Membuat aku mendapatkanmu
Memilikimu sepenuh hati jiwa dan ragaku
Aku hanya bisa menatap indah senyummu
Mendengar setiap kata yang terlontar dari bibirmu
Berdecak kagum akan tingkahmu.
01 maret 2013
Bisakah kau dengar jeritan
Hati ini memanggil namamu
Bisakah kau dengar bisakan
Hati ini yang selalu memujamu
Bisakah kau rasakan perih
Hati ini saat kau acuhkan aku
Lihatkah kamu luka sayatan di
Hati ini saat kau tak tersenyum padaku
Ku ingin kau mengerti aku.
02 maret 2013
Aku tulus mecintaimu apa adanya
Dan aku mau kamupu mencintaiku
Tulus apa adanya aku namun bila kamu
Memang tak bisa untuk mencintaiku
Jangan hentikan aku untuk terus mencintaimu
Itu ahk mu untuk membenciku
Aku sadar siapa aku dan bagaimana hidupku
Kamu berhak tuk menjauhiku tapi kamu tak
Berhak untuk menghentikan cinta yang semakin
Hari semakin tumbuh dihatiku .
Jika memang kamu membenciku dan kamu tak ingin melihatku lagi aku mohon bersabarlah karena tak lama lagi kita pasti berpisah. Dan aku yakin kamu takkan pernah melihatku lagi.
– Selesai –












Salahkah aku mencintaimu
“Gooool…” sorak sorai penonton sambil berloncat-loncatan mengganggu aku yang mendapat posisi duduk di belakang.
di tengah kegondokanku tia-tiba di depanku lewat sekelompok cowok yang terlihat keren, awalnya ku abaikan tetapi akhirnya mataku berpapasan juga dengan salah satu di antara mereka. Dia berbeda buatku rambutnya gondrong dan menarik.
Pagi-pagi sekali aku dibangunkan karena suara keributan di ruang tengah ada suara canda tawa disana. Benar-benar memuakkan. seperti biasa sebelum melakukan kegiatan rutinitasku aku memeriksa isi ponselku dan aku menemukan beberapa pesan singkat disana, sebagian dari temanku dan ada sebuah sms yang membuat mataku sedikit melotot “Sapti”.
“temannya bang aldi keren keren ya” aku mentap ke arah suara itu yang sedang menyisir rambut lurusnya
“teman yang mana?” tanyaku malas dan masih menggeliat diatas kasur
“yang ikut tim nya, itu lagi di ruang tengah” ujar Nissa sepupuku antusias
Masih dengan piyamaku aku beringsut keluar kamar dan lewat di depan teman-teman abang ku dan sekali lagi mata kami beradu kali ini untuk waktu yang cukup lama.
“Geisha?” tiba-tiba salah satu di antara mereka angkat bicara
“Iya ini adek aku” bang Aldi memperkenalkanku pada mereka
“Aku Sapti” katanya kemudian
OOOooo jadi ini Sapti bathinku. Aku tersenyum ke arahnya, lumayan cakep batinku.
“Aku Sakti, abangnya” cowok yang dari kemarin sore menggoda mataku itu akhirnya bersuara juga. sseeerr, gak salah nih skenarionya. Ya Tuhan.
Singkat cerita aku dan sapti mulai sering smsan dan telpon-telponan tapi entah mengapa perasaanku pada sang abang tak bisa dibohongi. aku benar-benar telah jauh cinta padanya.
Pagi ini aku merasakan kenyeyakan tidur yang luar biasa, mungkin karena gerimis semalamn juga kali. Ketika membuka mata tau tau bang Adit udah di samping ku
“bangun ah, lihat tu Nissa dari tadi di dapur kamu molor aja” ucapnya lembut padaku
“ada Sapti” ucapnya kemudian
“terus apa hubungannya sama Geisha?” jawabku males
“Dia suka sama kamu Gei” ucap kak Adit lagi
“hahahahh, ngaco ah males tau. Awas awas Cha mau mandi” aku pun langsung masuk ke kamar mandi.
Siap mandi aku segera keluar dan duduk bersama bang Aldi dan teman-temannya. Seerr, kenpa kalu di dekat orang ini jantungku gak berfungsi seperti biasanya.
Dan lagi lagi aku dibuat nya tak mampu berbicara. Nissa datang dan berada di tengah-tengah kami.
“Sakti, tadi mau beli kaos ya, minta ditemenin aja sama Nissa atau Geisha” ucap bang Aldi tiba-tiba
“Geisha bisa temenin aku” ucapnya kemudian
“BB bisa” akhirnya aku bisa juga berbicra didepannya
“Ya udah kalau gitu kita pergi dulu ya Al, pinjem bidadari lo” ucapnya membuat aku melayang
“Awas aja, lo apa-apain adek gue.. ni” bang Aldi menunjukkakn buku kirinya
Sepanjang perjalanan kami sama-sama mengunci bibir. aku merasa berada di kontest untuk diam-diaman dan aku gak tau siapa yang akan menjadi pemenangnya
“emm… biasa dipanggil apa?” akhirnya dia bersuara
“Cha” jawabku singkat dan grogi
“Cha suka Sapti?” tanyanya kemudian
“Kok nanya gitu” aku balik nanya
“Dia suka sama kamu” lanjutnya
“Tapi aku suka sama kamu” Ya Rabbi apa yang aku bilang barusan aku memalingkan muka dan berharap dia gak mendengar ucapanku
“Beneran?”
Ya Tuhan akun harus jawab apa
“Gak tadi itu….”
chup
sebuah kecupan mendrat di pipi kananku
“Aku juga suka sama kamu cha”
Apa yang telah dilakukannya dia telah menciumku apa ini artinya
Aku tak tau aku harus bagaimana. hingga pulang ke rumah kami sama-sama berdiam diri. Aku tak tau apa yang ada di pikirannya.
Seminggu lamanya aku memendam rasa bahagia ini.T ak ada yang tau apa yang terjadi dengan aku dan Sakti sewaktu kami berdua kemarin. Tidak bang Aldi tidak juga Nissa sepupuku, dan setelah itu pula sampai saat ini Sapti tak pernah kontak lagi denganku mungkin dia tau tentang aku dan abangnya itu.
Sore itu iseng-iseng aku mengotak-atik ponsel Nissa alangkah terkejutnya aku ketika membaca kotak masuk di ponselnya. Ya Tuhan real kah ini?
“Untuk apa kamu nemuin aku sekarang?” ucapku
“cha.. aku gak bermaksud apa-apa. soal aku dengan Nissa itu karena dia yang sms aku duluan, kenapa aku meladeninya karena aku berpikir bahwa dia sepupumu sudah sewajarnya jika aku kontak sama dia, kalau aku tau kamu akan marah hebat seperti ini sumpah Cha aku gak mungkin mau ngebalas smsnya” jelasnya panjang lebar
Tak mampu ku bendung air mataku bagai tak tau cara berhenti. Ini kali pertamanya aku mennagis gara-gara lelaki.
“Aku tau mungkin bagi kamu aku hanya anak kecil anak remaja yang baru luus SMA tapi gak gini caranya bang.. aku cinta sama kamu itu tulus tulus banget tapi sekarang malah kau hancurkan hatiku.. aku gak mau ketemu lagi…” aku beranjak pergi
“Cha.. ada yang perlu kamu tau dari aku..” bang Sakti menggapai pergelangan tanganku
“Gak ada yang perlu dijelasin lagi bang, semuanya udah sangat jelas.. maaf” aku pun pergi
“Seminggu lagi aku married cha….” ujar bang Sakti lirih
Lima Tahun kemudian
“aduh..” gadis kecil itu jatuh tepat di depanku
“ya Ampun gak apa-apa sayang” aku membantunya berdiri
“Gak apa apa tante makasih ya..” gadis kecil itu menatap tajam ke arahku. aku merasakan ada tatapan yang berbeda disitu
Tatapanku beralih ke bagian lehernya “SyaSya” aku duduk di depan gadis itu da memperhatikan dengan seksama liontin itu benar “SyaSya”
“tante lihat apa?” tanyanya lirih
“nama kamu?” tanyaku sambil memegang liontin yang bergelayut di lehernya
“iya, bagus ya tante. kata papa ini perpaduan antara nama dia sama nama orang yang dicintainya. empp tapi syasya gak dikasih tau siapa nama orang yang dicintai papa itu” ujar gadis kecil itu polos
Aku teringat lima tahun silam kala aku berduaan dengan bang Sakti
“kalau SyaSya gmana Cha?” ucapanya kala itu
“SyaSya?” tanyaku tak mengerti
“Iya Sakti dan Geisha” jelsnya
“tante,” gadis kecil itu membuyar lamunanku
“Boleh tante peluk kamu?” pintaku padanya
“Boleh tante” jawabnya lembut
ya Tuhan alangkah rindunya aku dengan pelukan ini.
“ya aku suka” jawabku sambil tersenyum
“tante,” gadis itu membuyarkan lamunaku
“boleh tante peluk kamu?” pintaku padanya
“boleh tante” dan kini gadis kecil itu sudah berada dalam pelukanku
Ya Tuhan rindunya aku pada pelukan ini
Makasih bang sakti kau mengirimkan rindu ini padanya









Tanpa kekasih
Telah sekian lama aku merasa menanti Bayu menjadi milikku seutuhnya. Akhirnya, cerita cintaku saat ini sudah happy ending, tingal sekarang aku dan Bayu yang menjalaninya. Dulu kami sering sekali bertengkar, hanya karena hal-hal kecil, kadang kami sampai ribut nggak menentu. Dulu sebagai teman, kami memang bukan teman yang cocok, kami saling menjatuhkan dan saling membenci. Tapi sekarang, benar kata orang-orang, kalau kamu membenci seseorang janganlah kamu sampai terlalu, dan hasilnya sekarang perasaan itu menjadi kebalikan bagi aku dan Bayu, justru kami sekarang saling mencintai dan menyayangi. Tapi yang jelas, aku juga nggak mau kehilangan Bayu, aku takut juga kalau aku terlalu mencintai dan menyayangi dia, bisa jadi aku dan dia akan terpisahkan.
“Hei Ela, kamu lagi ngapain? aku kangen deh sama kamu..”
“Halo Bayu, kan baru kemarin kita ketemu, kamu gimana sih?”
“Ela, kamu baik-baik ya di sana, jaga diri kamu dan jangan pernah lupakan aku ya sayang.”
“Kamu ngomong apa sih Bayu? Kamu ngigau ya?”
“Nggak, maksud aku yah kamu jangan macam-macam di sana, kan di kampus kamu banyak banget tuh cowok-cowok keren, ntar ada yang godain kamu lagi, trus kamu lupain aku.”
“Ha-ha…..ha-ha…. ya nggak dong sayang, aku nggak akan tergoda sama cowok-cowok di kampus ini, nggak ada yang kayak kamu di sini, dan yang aku mau tuh cuma kamu seorang.”
“Hei, kamu udah pintar ngegombal yah, siapa yang ajarin, ayo ngaku?”
“Bayu, kamu apaan sih?! Udah deh, aku mau kamu kasih aku kepercayaan untuk berteman dengan teman-temanku. Asal kamu tau aku berterima kasih banget selama ini sama Tuhan karena aku udah bisa memiliki kamu.”
“Iya Ela, dan asal kamu tau juga cintaku lebih besar dari yang pernah kamu bayangkan selama ini.”
Satu hal inilah yang selalu ditakutkan Bayu, dia selalu bilang aku akan tergoda oleh cowok-cowok di kampus, sementara aku nggak begitu? Justru akulah yang paling takut Bayu yang akan berpaling dariku, dia akan pergi meninggalkanku selamanya, dan cintanya hilang untukku. Bayu sekarang kerja di salah satu perusahaan asing terkemuka di kota ini, sebagai cowok kalau kita melihatnya dengan kesan pertama, dia adalah cowok yang diimpi-impikan semua cewek, karena Bayu punya segalanya, dengan modal wajah yang tampan, prilaku yang baik, kerja yang mapan, akupun takut dia akan pergi dariku, kalau seandainya ada cewek yang lebih menarik dariku, lebih sederajat dengan dia.
Bayu menggenggam tanganku erat sekali, aku merasakan kenyamanan saat dia memegang tanganku. Aku merasakan cintanya begitu kuat untukku. Saat kami masuk ke sebuah toko buku, Bayu bilang dia akan membelikan aku sebuah buku sastra yang dulu sudah pernah dibacanya dan sekrang dia ingin aku juga membaca buku itu. Setelah Bayu membayar buku tersebut, Bayu langsung menyerahkannya padaku. Aku kaget membaca sinopsisnya, ternyata buku itu berisi tentang kekuatan cinta yang tulus, yang akhirnya terpisahkan oleh maut, dan bagaimana sakitnya hati seorang kekasih saat menghadapi peristiwa kematian itu.
“Bayu, kenapa kamu kasih aku buku kayak gini?”
“Ela, aku pengen banget kamu baca buku ini, karena kalau kamu baca buku ini, kamu bakal lebih mengerti lagi apa itu cinta sejati, kamu akan merasakan betapa sangat berartinya orang yang mencintai kamu, pokoknya ceritanya bagus deh, kamu pasti nggak bakalan nyesal kalau baca buku ini, dan setelah membacanya, aku juga yakin kamu akan semakin sayang sama aku, he-he… he-he …”
“Ih, kamu!! Ke-GR-an banget sih kamu, masa cuma gara-gara baca buku ini aku bisa semakin sayang sama kamu.”
“Eh, benaran, percaya deh sama aku. Kalau nggak, ntar kamu boleh musuhin aku lagi deh kayak dulu.”
“Bayu!! Kamu ngomong apaan sih, ya udah-udah, aku baca bukunya, kamu kira aku bakalan senang yah kalau kita musuhan lagi.”
Bayu aneh sekali hari ini. Tadi siang dia ngomong yang nggak-nggak di telpon, dan malam ini dia juga menyuruhku membaca buku yang isinya aneh, tentang kematian. Tiba-tiba saja jantungku berdegup kencang, kata kematian terasa terngiang-ngiang di telingaku. Entah kenapa aku semakin ketakutan, takut akan kematian, takut akan kehilangan. Peganganku semakin aku kuatkan ke pinggang Bayu, aku peluk pungungnya dan aku sandarkan wajahku ke sana. Aku merasakan lagi kalau aku bersama Bayu, saat ini mungkin Bayu sedang tersenyum karena dia merasakan cintaku besar untuknya.
Sambil mengenderai motornya, sesekali dia menoleh ke belakang untuk melihatku, Bayu seperti orang yang was-was. Aneh, di sepanjang jalan aku terus kepikiran. Dan akhirnya bunyi keras dan goncangan hebat membuat aku kaget, nggak hanya goncangan, tapi sakit yang luar biasa di kepalaku, aku merasakan pusing serasa dunia ini berputar sangat kencang sekali, penglihatanku kabur, aku berusaha untuk menyadarkan diriku sendiri, apa yang sebenarnya terjadi. Tiba-tiba aku melihat Bayu yang sedang tidur di jalanan, samar-samar aku melihat dia seolah-olah tidur nyenyak, aku merasa mimpi, mana mungkin Bayu tidur di jalan, perasaan baru tadi aku boncengan dengan dia. Aku berjalan mendekati dia, tapi orang-orang yang ramai lebih dulu menghampiri dia, aku semakin kesakitan, aku nggak kuat lagi dan akhirnya yang aku lihat hanya kegelapan.
“Ela, kamu nggak apa-apa sayang, ini Mama.”
Aku pandangi wajah Mama. Dia seperti orang yang ketakutan, aku melihat sekelilingku, tiba-tiba aku baru sadar, selintas kejadian tadi malam teringat lagi olehku.
“Ma, Bayu mana? Dia baik-baik aja kan?”
“Ela, nanti aja, kamu istirahat dulu, kamu masih sakit sayang.”
“Nggak Ma, Ela nggak merasa sakit apa-apa, sekarang Ela mau lihat Bayu, dimana dia Ma?”
“Ela, luka kamu belum kering betul, tadi kamu terus-terusan ngigau kalau kamu ngerasain sakit.”
“Ma, Ela nggak ngerasa sakit, benaran, nggak tau kenapa Ela ngerasa sehat dan kuat Ma, sekarang pokoknya Ela mau ketemu Bayu, pasti saat ini dia butuhin Ela banget.”
“Ela, saat ini Bayu nggak butuh siapa-siapa lagi, dia udah aman Ela, dia udah tenang di sana, sekarang udah bahagia dengan kehidupannya sendiri, ada yang menjaga dia di sana.”
“Apa? Apa Ma, maksud Mama? Mama bohong!! Ela nggak percaya, nggak mungkin, nggak mungkin itu terjadi sama Bayu, dia udah janji Ma nggak akan pernah ninggalin Ela, dia sayang Ela, Ela sayang Bayu Ma …. nggak, nggak mungkin….
Teriakanku membuat semua suster datang ke tempatku, mereka berusaha menenangkanku, tapi aku nggak bisa, air mataku mengalir terus tiada hentinya, salah seorang suster baru saja akan memberiku suntikan penenang, tapi cepat-cepat aku elakkan.
“Tolong jangan suster, saat ini aku nggak butuh itu, aku hanya ingin menangis, aku nggak rela, aku marah sama Bayu, kenapa dia berani pergi ninggalin aku, padahal dulu dia udah janji nggak akan pernah pergi dariku, tapi kenapa Bayu bohong, kenapa sekarang justru dia pergi selamanya, dan aku tau dia nggak akan pernah kembali lagi kan untukku? Kenapa kamu tinggalin aku Bayu?”
“Ela, ini udah takdirnya, waktu Bayu udah habis di dunia, kamu jangan pernah marah sama Bayu sayang. Kamu harus yakin kalau sekarang Bayu udah bahagia di sana.”
“Ma, kenapa justru Bayu, kenapa buka Ela aja yang ada di sana? Ela mau kok Ma, Menggantikan Bayu, karena Ela sayang sama Bayu Ma, atau biarkan Ela untuk bersama dia sekarang, Ela pengen menyusul dia Ma, Ela nggak mau hidup di dunia ini tanpa dia, percuma Ma, percuma kalau nggak ada Bayu di sini, hidup Ela nggak ada arti apa-apa.”
Dengan cepat suster-suster itu memegang seluruh tubuhku, dan sesaat kemudian aku tertidur, di alam mimpi Bayu datang padaku. Dengan pakaian yang serba putih Bayu tersenyum padaku, dia berjalan mendekatiku, dia kelihatan senang sekali, seolah-olah dia mendapatkan kebahagiaan yang baru, yang tiada duanya di dunia, melihat Bayu terus-terusan tersenyum, rasanya aku ingin sekali ikut bersama dia, ikut merasakan kebahagiaan yang dia rasakan saat ini. Aku berusaha memeluknya dan menggenggam tangannya, dia membalas pelukanku, dia mendekapku, kembali aku meerasakan kenyamanan bersamanya, aku merasakan dia memberiku kekuatan, ketegaran, dia membelai rambutku dengan penuh rasa sayang, tapi pelan-pelan dia melepaskanku, dia justru menjauh dariku, semakin jauh, jauh dan hilang dari penglihatanku.
Saat aku sadar, aku menangis lagi, aku bukan menangis karena menahan sakit pada kepalaku, tapi aku menangis karena hatiku yang terasa amat sakit. Sekarang dunia bagiku terasa kelam, hujan nggak hanya membasahi bumi, tapi hujan membasahi kehidupanku, hatiku seolah-olah nggak berhenti menangis, menangisi orang yang telah pergi untuk selama-lamanya, dia nggak akan pernah kembali lagi.
Tiba-tiba mataku tertuju pada buku yang ada di atas meja, aku baru ingat kalau itu adalah buku yang dibelikan Bayu kemarin. Aku buka satu demi satu halaman buku itu, beberapa menit kemudian aku tenggelam dalam ceritanya. Aku menangis membaca buku itu, sekilas aku seolah-olah melihat wajah Bayu tersenyum di langit yang mendung di luar sana.
Entah kenapa sekarang aku kembali merasakan kekuatan itu, kekuatan cinta yang diberikan oleh Bayu, aku merasakan dia ada di dekatku, merangkulku, menenangkanku, aku dapat merasakan cinta dan sayangnya. Bayu, aku sangat mencintai dan menyayangi kamu, aku yakin kamu bahagia di sana, walaupun kamu sudah pergi dari kehidupanku, tapi kamu nggak akan pernah pergi dari hatiku, kamu abadi untukku, Bayu. Aku akan buktikan, kematianmu nggak akan pernah mengakhiri cintaku. Selesai.