Pagi yang indah untuk memulai hari udara segar menyeruak dari
balik jendela yang ku buka membuat semangat untuk menjalani kegiatan hari ini.
Aku seorang murid kelas 3 disebuah SMK swasta digarut tepat letaknya di kawasan
wanaraja. Aku berumur 18 tahun pada tanggal 01 april nanti, aku termasuk anak
yang pendiam saking pendiamnya aku sering di ejek sama teman-temanku disekolah
mereka mencapku anak CUPU. Aku memiliki perawakan biasa saja dengan tinggi
badan sekiatar 171 dengan berat badan mmmm…… yaa lumayanlah yang pasti gak
gendut. Perwatakan ku biasa aja, gak cakep, gak imut. Manis juga enggak . “ng”
..? (pasti kamu berpikir jelek banget kan) gak banget-banget juga sih he..he..
Okelah mari kita mulai ceritanya,,,, HEPPY READING KAWAN……
Hari ini semua berjalan seperti bisanya bangun tidur, mandi, sarapan, berangkat
sekolah setiap hari seperti ini tak ada yang berbeda. 06:30 aku berangkat dari
rumah dan sekitar 07:15 atau 07:30 aku sampai di sekolah kulihat pintu gerbang
sekolah telah terkunci rapat plus dengan gembok besarnya. “DAMN! I’m late….
Again” (pikirku) ya memang hampir setiap hari dalam seminggu aku terlambat
datang kesekolah he..he.. maklum calon murid teladan hi..hi.. eits jangan
marah-marah dulu dong kan aku bilang calon he…he.. calon gak jadi. Dengan
terpaksa aku harus putar balik menapaki kaki dijalan yang beraspal untuk pulang
kerumah (nyesek) jauh-jauh dari rumah datang kesekolah buat belajar malah
pulang lagi.
Tapi ceritanya belum berakhir disini masih ada jalan belakang
menerobos pagar kawat berduri tepat di belakang WC sekolah, agak sedikit bau
sih tapi ya sudahlah tak ada jalan lain lagi. Sedikit demi sedikit jengkal demi
jengkal tubuh ini melewati pagar berduri, dengan hati-hati sambil sesekali
mengawasi situasi sekitar semoga saja tak ada guru yang datang. Perlahan tapi
pasti aku bias melewati pagar ini “ leganya” gumamku.
Eits tapi belum sepenuhnya aman. Dengan gaya mengendap-endap
seperti maling aku keluar dari balikkamar mandi, tengok kiri dan kanan semoga
tak ada guru yang datang. Akhirnya semua aman terkendali. Hari ini pelajaran
terasa sangat membosankan membuatku semakin tak bergairah untuk belajar
berkali-kali aku menguap dengan kerasnya berharap pelajaran ini cepat selesai,
namun ternyata baru 30 menit berlalu dari pelajaran ini di mulai “damn.!”
Pikirku.
Sesekali kulihat jendela disebelah kana kelasku berharap ia datang
, walau hanya untuk sekedar lewat didepan kelas ku. Walaupun begitu tapi aku
senang bisa melihatnya lagi, meskipun hanya sedikit mengobati rasa rindu ini he..
he.. jujur aku selalu merindukan dia, rindu akan senyum manisnya, rindu akan
mata indahnya, rindu akan tatapan itu, meski ia bukan termasuk tipeku tapi
entah kenapa aku ingin sekali berada disampingnya.Jauh pikirku melayang
berhayal dalam lamunan berharap kami berdua saling canda dan tawa, menghabiskan
waktu hanya berdua saja, berbagi nkeluh kesah kita berdua.
Tiiit ….teeet….tuuut….treeet…. terkejut aku oleh suara bel
berbunyi tanda bahwa pelajaran pertama telah selesai. Tak terasa pelajaran
pertama telah selesa “akhirnya” gumamku. Suara bel tadi membangunkanku dari
khayalan indah bersamanya “huh” sanggahku. Hari ini di jadwalkan 3 pelajaran
dikelasku tapi pelajaran kedua dan ketiga gurunya berhalangan untuk hadir.
Bersorak rialah hati ini “horrrre… aku bebas..” teriakku. Eits tunggu dulu
tugas tetep tak terhalangi untuk datang. “ shit.. membosankan” pikirku.
Kupilih tuk menghabiskan waktu diluar kelas ituy lebih asik apa
lagi sebentar lagi memasuki jam istirahat he..he.. sembari membuang rasa
jenuhku aku pun menanti ia lewat didepan kelasku sambil menyelam minum air he..
he.. sedang asik-asiknya ngobrol dengan teman ku tak terasa jam istirahatpun
telah tiba. Yeee… hatiku bersorak ria menantikan dai.
Dia datang…! Hatiku dag dig dug tak menentu melihat ia berjalan
datang meghampiri ku yang sedang duduk didepan pintu kelasku. Jantungku berpacu
dengan cepatnya saling mendahului dengan langkah kakinya yang semakin mendekat
itu. Dalam hatiku berteriak aaaaargh … dia datang … dia datang… dia datang….
Dengan salah tingkah aku menahan jeritan dihati dan tingkahku agar tetap COOL
(tenang) he.. he.. jantungku semakin berdetak kencang seperti genderang yang
siap untuk perang ketika ia sudah semakin dekat denganku 1.. 2… 3.. tiga
langkah terakhir dia dan dia.. dia.. dia.. A..aaahhh dia hanya melintas
dihadapanku tak memperdulikanku sama sekali “huft” (nyesek banget.Sedih euy
tadinya aku berharap ia menyapaku dengan senyum manisnya tapi ternyata nihil.
Hah.bad mood weh jadi nateh.
Waktunya pulang…….
Hari ini aku pulang dengan perasaan kesal dan badmood aku pulang sekitar pukul
13.30 cuaca hari ini panas sepanas hati ini hhuft. Setibanya dirumah pukul
14.10. “perjalanan yang melelahkan” gumamku. Langsung saja kumasuk kamar
membuka semua perlengkapan sekolahku. Dan kini hanya aku mengenakan kaos
singlet robek dan celana boxer lusuh dan sedikit bolong dibagian dibagian
depan. Kujatuhkan tubuh ini diatas kasur berukuran 1m X 80 cm, mencoba
menenangkan diri dari rutinitas hari ini ku pejamkan mata ini mengingat kembali
kejadian disekolah tadi, karna ini bukan yangh pertama kalinya. Tak terasa aku
terlelap bersama kenangan itu.
Hari-hari ku selanjutnya berjalan seperti biasa taka da yang
berbeda, sidia pun begitu tak memperhatikan sepertiu waktu itu, namun pernah
pada suatu hari ia satu kali menyapaku dan tersenyum padaku dan kita pun
berbincang ringan sebentar “huft” pikirku. Namun itu sungguh membuatku sangat
senang “oh god thank you so much” teriaku dalam hati. Betapa bahagianya hati
ini walau pun sebentar tapi aku bahagia. Namun kini hari-hari ku penuh dengan
rasa galau. Aku rindu dia.
19 november 2012
Dear my friend…
Hari ini aku merasa serba salah! Saat ku bertemu denganya lagi aku tersadar
akan tamparan yang ia berikan ini. Tingkahnya saat ini mengartikan bahwa ia
saat ini hanya menganggapku teman. Hanya teman tak lebih. Mungkin hanya aku
saja yang memiliki perasaan aneh ini terhadapnya. “salah” (batinku berteriak).
“kenapa aku harus menyukainya.?” Tanyaku saat batin ini menjerit. Ya ini salah.
Semua ini salah perasaan yang salah jika aku harus menyukainya.
Sadar…
Aku sangat sadar tiap hari aku memikirkan dia meski perang batin tak pernah
berhenti. “aku tak boleh menyukainya. Karna dia takkan pernah aku miliki. Aku
tak boleh memikirkan dia. Ini semua salah. Rasa ini salah” hening. Tak sadar
air mata telah terurai dipelipih pipi. “ ayolah kawan ….! Sadarlah kawan kau
tak boleh menyukainya”. Namun disisi lain. “aku akui bahwa aku menyukainya
bahkan mungkain aku sudah jatuh cint dan mencintainya” terdiam aku.
“matamu membuatku rindu akan tayapan itu, Bibirmu membuaku rindu akan senyum
manis itu, candaanmu yang pas dengan gayamu membuatku terjatuh jauh kedalam
cintamu, tingkahmu….” Hening kembali derai air mata pun terus mengalir tak
terhenti. ‘hhmmm” tersenyum simpul aku ketika ingat akan tingkahmu yang selalu
membuatku bingung.
Kadang aku merasa ia memiliki perasaan
yang sama terhadapku namun aku merasa ia hanya menganggapku sebagai teman biasa
saja. Seperti saat ini saat dimana aku tengah rindu akan candaan dan sapaan dia
tapi ternyata tak seperti apa yang aku harapkan, tamparan ini membuatku
mengerti ia takkan pernah aku miliki karna cinta memang tak selamanya harus
memiliki. Hatiku berkata “ tuhan kenapa denganku ini .? apa yang harus hamba
lakukan.? Hamba tak bias jika hamba harus hidup seperti ini, tersiksa akan
perasaan yang tak bertepi.” Dalam heningnya malam yang gelap ditemani rintik
hujan yang seakan mengiringi rasa gundah hati ini. Kau berdoa “ tuhan hamba
ingin merasakan indahnya dicintai dan disayangi oleh orang yang hamba sukai”
Hening sesaat .
“ tuhan
ijinkanlah hamba untuk mendapat pelukan hangat darinya
ijinkanlah hamba untuk mendapat ciuman mesra dari dirinya walau hanya satu
kecupan
ijinkanlah ia agar jatuh kedalam pelukan hamba” tetes air mata kian jatuh
mengiringi jatuhnya hati akan buayan cinta.
“tuhan..
Buatlah ia mencintai hamba
Buatlah ia menyayangi hamba
Buatlah ia rindu ingin memeluk hamba
Dan (hening sesaat)
Ijinkanlah ia mencium hamba walau hanya satu kecupan saja itu sudah membuat
hamba bahagia”.
17 februari 2013
Dear god…
Engkau yang maha tau semua yang ada di dunia ini dan engkaupun tau bagaimana
perasaannya terhadapku. Aku tahu dan aku pun sadar ini hanya perasaan semu yang
hamba rasakan , tapi tak bisakah aku mengetahui isi dihatinya. Aku tak mau bila
harus menyesal dikemuian hari nanti.
Ijinkanlah walau hanya satu kali. Temankah yang dia inginkan.? Jujur hamba
sangat berharap lebih padanya. Perlihatkan dengan jelas apa perasaannya didepan
mataku dan hanya aku, KAMU dan dia yang tahu.
I hope you hear me.
Thank for all.
Secercah do’a dari sekian banyak doa yang kutuliskan untuk tuhan. Semua harapan
dan do’a aku panjatkan dalam setiap sujudku. 5 kali sehari dan 37 kali dalam
seminggu aku mencoba untuk terus berdoa berharap Engkau berkenan untuk
mengabulkannya.
CINTA..
Cinta..
Kenapa engkau memilihnya.? Yak adakah orang lain selain dia.?
Cinta..
Kenapa engkau ikat hati ini hanya untuk dia.?
Cinta..
Pantaskah aku berada di sampingnya.?
Cinta..
Berikanlah cinta tulusnya padaku dan…
Cinta..
Buatlah ia mencintaiku.
Oh boy .. cinta.. cinta .. cinta… semua
orang butuh akan cinta tak akan damai dunia ini jika tanpa adanya cinta. Cinta
bisa datang kapan saja, kepada siapa saja dan dimana saja, cinta bisa datang
saat siang ataupun malam. Cinta jatuh kepada siapa saja teman, keluarga, musuh,
orang asing, petani, pedagang, guru. Bahkan orang gilapun bisa jatuh cinta.
(gak mungkin) bantah kalian. He.. he.. hey kenapa enggak orang waras saja bisa
gila karena cinta apalagi orang gila bisa waras karena cinta. “ENG” (tanda Tanya
besar mengembang di jidat jenong kalian). “gaje banget” teriak kalian. He..
he.. peace ah. Senyum dikit napah walau gak lucu juga sih. Mari kita lanjut
galau-galauannya. Aku tak mau menjadi orang seperti orang yang bodoh karna
merasa ia menyukaiku. Aku lelah dengan persaan ini, aku lelah dengan kenyataan
ini dan aku lelah dengan hati ini kenapa harus memilih dia.
Cinta
Jangan kau siksa aku denga perasaan ini
Ku ingin bahagia walau tanpa dia
Kurela jika aku tak pernah bisa memiliki
Hati dan perasaanya
Dia bilang..
“aku tak mengerti cinta tapi aku tau aku menyukainya aku ingin sekali
melupakannya tap[I aku sedih ketika aku tersadar ia sudah taka da dipikiranku”.
Akhir –akhir ini hidup ku terasa kacau seperti orang gila lebih banyak melamun
selalu memisahkan diri di kelasa hanya untuk mencari tempat sepi untuk aku
sendiri pikiranku melayang entah kemana rindu diahti kian hari kian
mengebu-gebu ingin melihatnya.
01 maret 2013
Perbedaan selalu memisahkan cinta
Tapi tak selamanya perbedaan tak dapat
Menyatukan cinta karena pada kenyataannya
Persamaan pun tak dapat menyatukan cinta
Cinta itu suci yang datang dari hati
Cinta itu tulus murni apa adanya
Akan tetapi kenyataanlah yang tak bisa
Membuat aku mendapatkanmu
Memilikimu sepenuh hati jiwa dan ragaku
Aku hanya bisa menatap indah senyummu
Mendengar setiap kata yang terlontar dari bibirmu
Berdecak kagum akan tingkahmu.
01 maret 2013
Bisakah kau dengar jeritan
Hati ini memanggil namamu
Bisakah kau dengar bisakan
Hati ini yang selalu memujamu
Bisakah kau rasakan perih
Hati ini saat kau acuhkan aku
Lihatkah kamu luka sayatan di
Hati ini saat kau tak tersenyum padaku
Ku ingin kau mengerti aku.
02 maret 2013
Aku tulus mecintaimu apa adanya
Dan aku mau kamupu mencintaiku
Tulus apa adanya aku namun bila kamu
Memang tak bisa untuk mencintaiku
Jangan hentikan aku untuk terus mencintaimu
Itu ahk mu untuk membenciku
Aku sadar siapa aku dan bagaimana hidupku
Kamu berhak tuk menjauhiku tapi kamu tak
Berhak untuk menghentikan cinta yang semakin
Hari semakin tumbuh dihatiku .
Jika memang kamu membenciku dan kamu tak
ingin melihatku lagi aku mohon bersabarlah karena tak lama lagi kita pasti
berpisah. Dan aku yakin kamu takkan pernah melihatku lagi.
– Selesai –
Salahkah aku mencintaimu
“Gooool…” sorak sorai penonton sambil berloncat-loncatan
mengganggu aku yang mendapat posisi duduk di belakang.
di tengah kegondokanku tia-tiba di depanku lewat sekelompok cowok yang terlihat
keren, awalnya ku abaikan tetapi akhirnya mataku berpapasan juga dengan salah
satu di antara mereka. Dia berbeda buatku rambutnya gondrong dan menarik.
Pagi-pagi sekali aku dibangunkan karena suara keributan di ruang
tengah ada suara canda tawa disana. Benar-benar memuakkan. seperti biasa
sebelum melakukan kegiatan rutinitasku aku memeriksa isi ponselku dan aku
menemukan beberapa pesan singkat disana, sebagian dari temanku dan ada sebuah
sms yang membuat mataku sedikit melotot “Sapti”.
“temannya bang aldi keren keren ya” aku mentap ke arah suara itu
yang sedang menyisir rambut lurusnya
“teman yang mana?” tanyaku malas dan masih menggeliat diatas kasur
“yang ikut tim nya, itu lagi di ruang tengah” ujar Nissa sepupuku antusias
Masih dengan piyamaku aku beringsut keluar kamar dan lewat di
depan teman-teman abang ku dan sekali lagi mata kami beradu kali ini untuk
waktu yang cukup lama.
“Geisha?” tiba-tiba salah satu di antara mereka angkat bicara
“Iya ini adek aku” bang Aldi memperkenalkanku pada mereka
“Aku Sapti” katanya kemudian
OOOooo jadi ini Sapti bathinku. Aku tersenyum ke arahnya, lumayan cakep
batinku.
“Aku Sakti, abangnya” cowok yang dari kemarin sore menggoda mataku itu akhirnya
bersuara juga. sseeerr, gak salah nih skenarionya. Ya Tuhan.
Singkat cerita aku dan sapti mulai sering smsan dan
telpon-telponan tapi entah mengapa perasaanku pada sang abang tak bisa
dibohongi. aku benar-benar telah jauh cinta padanya.
Pagi ini aku merasakan kenyeyakan tidur yang luar biasa, mungkin
karena gerimis semalamn juga kali. Ketika membuka mata tau tau bang Adit udah
di samping ku
“bangun ah, lihat tu Nissa dari tadi di dapur kamu molor aja” ucapnya lembut
padaku
“ada Sapti” ucapnya kemudian
“terus apa hubungannya sama Geisha?” jawabku males
“Dia suka sama kamu Gei” ucap kak Adit lagi
“hahahahh, ngaco ah males tau. Awas awas Cha mau mandi” aku pun langsung masuk
ke kamar mandi.
Siap mandi aku segera keluar dan duduk bersama bang Aldi dan
teman-temannya. Seerr, kenpa kalu di dekat orang ini jantungku gak berfungsi
seperti biasanya.
Dan lagi lagi aku dibuat nya tak mampu berbicara. Nissa datang dan berada di
tengah-tengah kami.
“Sakti, tadi mau beli kaos ya, minta ditemenin aja sama Nissa atau Geisha” ucap
bang Aldi tiba-tiba
“Geisha bisa temenin aku” ucapnya kemudian
“BB bisa” akhirnya aku bisa juga berbicra didepannya
“Ya udah kalau gitu kita pergi dulu ya Al, pinjem bidadari lo” ucapnya membuat
aku melayang
“Awas aja, lo apa-apain adek gue.. ni” bang Aldi menunjukkakn buku kirinya
Sepanjang perjalanan kami sama-sama mengunci bibir. aku merasa
berada di kontest untuk diam-diaman dan aku gak tau siapa yang akan menjadi
pemenangnya
“emm… biasa dipanggil apa?” akhirnya dia bersuara
“Cha” jawabku singkat dan grogi
“Cha suka Sapti?” tanyanya kemudian
“Kok nanya gitu” aku balik nanya
“Dia suka sama kamu” lanjutnya
“Tapi aku suka sama kamu” Ya Rabbi apa yang aku bilang barusan aku memalingkan
muka dan berharap dia gak mendengar ucapanku
“Beneran?”
Ya Tuhan akun harus jawab apa
“Gak tadi itu….”
chup
sebuah kecupan mendrat di pipi kananku
“Aku juga suka sama kamu cha”
Apa yang telah dilakukannya dia telah menciumku apa ini artinya
Aku tak tau aku harus bagaimana. hingga pulang ke rumah kami
sama-sama berdiam diri. Aku tak tau apa yang ada di pikirannya.
Seminggu lamanya aku memendam rasa bahagia ini.T ak ada yang tau
apa yang terjadi dengan aku dan Sakti sewaktu kami berdua kemarin. Tidak bang
Aldi tidak juga Nissa sepupuku, dan setelah itu pula sampai saat ini Sapti tak
pernah kontak lagi denganku mungkin dia tau tentang aku dan abangnya itu.
Sore itu iseng-iseng aku mengotak-atik ponsel Nissa alangkah
terkejutnya aku ketika membaca kotak masuk di ponselnya. Ya Tuhan real kah ini?
“Untuk apa kamu nemuin aku sekarang?” ucapku
“cha.. aku gak bermaksud apa-apa. soal aku dengan Nissa itu karena dia yang sms
aku duluan, kenapa aku meladeninya karena aku berpikir bahwa dia sepupumu sudah
sewajarnya jika aku kontak sama dia, kalau aku tau kamu akan marah hebat
seperti ini sumpah Cha aku gak mungkin mau ngebalas smsnya” jelasnya panjang
lebar
Tak mampu ku bendung air mataku bagai tak tau cara berhenti. Ini kali
pertamanya aku mennagis gara-gara lelaki.
“Aku tau mungkin bagi kamu aku hanya anak kecil anak remaja yang baru luus SMA
tapi gak gini caranya bang.. aku cinta sama kamu itu tulus tulus banget tapi
sekarang malah kau hancurkan hatiku.. aku gak mau ketemu lagi…” aku beranjak
pergi
“Cha.. ada yang perlu kamu tau dari aku..” bang Sakti menggapai pergelangan
tanganku
“Gak ada yang perlu dijelasin lagi bang, semuanya udah sangat jelas.. maaf” aku
pun pergi
“Seminggu lagi aku married cha….” ujar bang Sakti lirih
Lima Tahun kemudian
“aduh..” gadis kecil itu jatuh tepat di depanku
“ya Ampun gak apa-apa sayang” aku membantunya berdiri
“Gak apa apa tante makasih ya..” gadis kecil itu menatap tajam ke arahku. aku
merasakan ada tatapan yang berbeda disitu
Tatapanku beralih ke bagian lehernya “SyaSya” aku duduk di depan gadis itu da
memperhatikan dengan seksama liontin itu benar “SyaSya”
“tante lihat apa?” tanyanya lirih
“nama kamu?” tanyaku sambil memegang liontin yang bergelayut di lehernya
“iya, bagus ya tante. kata papa ini perpaduan antara nama dia sama nama orang
yang dicintainya. empp tapi syasya gak dikasih tau siapa nama orang yang
dicintai papa itu” ujar gadis kecil itu polos
Aku teringat lima tahun silam kala aku berduaan dengan bang Sakti
“kalau SyaSya gmana Cha?” ucapanya kala itu
“SyaSya?” tanyaku tak mengerti
“Iya Sakti dan Geisha” jelsnya
“tante,” gadis kecil itu membuyar lamunanku
“Boleh tante peluk kamu?” pintaku padanya
“Boleh tante” jawabnya lembut
ya Tuhan alangkah rindunya aku dengan pelukan ini.
“ya aku suka” jawabku sambil tersenyum
“tante,” gadis itu membuyarkan lamunaku
“boleh tante peluk kamu?” pintaku padanya
“boleh tante” dan kini gadis kecil itu sudah berada dalam pelukanku
Ya Tuhan rindunya aku pada pelukan ini
Makasih bang sakti kau mengirimkan rindu ini padanya
Tanpa kekasih
Telah sekian lama aku merasa menanti Bayu menjadi milikku
seutuhnya. Akhirnya, cerita cintaku saat ini sudah happy ending, tingal
sekarang aku dan Bayu yang menjalaninya. Dulu kami sering sekali bertengkar,
hanya karena hal-hal kecil, kadang kami sampai ribut nggak menentu. Dulu
sebagai teman, kami memang bukan teman yang cocok, kami saling menjatuhkan dan
saling membenci. Tapi sekarang, benar kata orang-orang, kalau kamu membenci
seseorang janganlah kamu sampai terlalu, dan hasilnya sekarang perasaan itu
menjadi kebalikan bagi aku dan Bayu, justru kami sekarang saling mencintai dan
menyayangi. Tapi yang jelas, aku juga nggak mau kehilangan Bayu, aku takut juga
kalau aku terlalu mencintai dan menyayangi dia, bisa jadi aku dan dia akan
terpisahkan.
“Hei Ela, kamu lagi ngapain? aku kangen deh sama kamu..”
“Halo Bayu, kan baru kemarin kita ketemu, kamu gimana sih?”
“Ela, kamu baik-baik ya di sana, jaga diri kamu dan jangan pernah
lupakan aku ya sayang.”
“Kamu ngomong apa sih Bayu? Kamu ngigau ya?”
“Nggak, maksud aku yah kamu jangan macam-macam di sana, kan di
kampus kamu banyak banget tuh cowok-cowok keren, ntar ada yang godain kamu
lagi, trus kamu lupain aku.”
“Ha-ha…..ha-ha…. ya nggak dong sayang, aku nggak akan tergoda sama
cowok-cowok di kampus ini, nggak ada yang kayak kamu di sini, dan yang aku mau
tuh cuma kamu seorang.”
“Hei, kamu udah pintar ngegombal yah, siapa yang ajarin, ayo
ngaku?”
“Bayu, kamu apaan sih?! Udah deh, aku mau kamu kasih aku
kepercayaan untuk berteman dengan teman-temanku. Asal kamu tau aku berterima
kasih banget selama ini sama Tuhan karena aku udah bisa memiliki kamu.”
“Iya Ela, dan asal kamu tau juga cintaku lebih besar dari yang
pernah kamu bayangkan selama ini.”
Satu hal inilah yang selalu ditakutkan Bayu, dia selalu bilang aku
akan tergoda oleh cowok-cowok di kampus, sementara aku nggak begitu? Justru
akulah yang paling takut Bayu yang akan berpaling dariku, dia akan pergi
meninggalkanku selamanya, dan cintanya hilang untukku. Bayu sekarang kerja di
salah satu perusahaan asing terkemuka di kota ini, sebagai cowok kalau kita
melihatnya dengan kesan pertama, dia adalah cowok yang diimpi-impikan semua
cewek, karena Bayu punya segalanya, dengan modal wajah yang tampan, prilaku
yang baik, kerja yang mapan, akupun takut dia akan pergi dariku, kalau
seandainya ada cewek yang lebih menarik dariku, lebih sederajat dengan dia.
Bayu menggenggam tanganku erat sekali, aku merasakan kenyamanan
saat dia memegang tanganku. Aku merasakan cintanya begitu kuat untukku. Saat
kami masuk ke sebuah toko buku, Bayu bilang dia akan membelikan aku sebuah buku
sastra yang dulu sudah pernah dibacanya dan sekrang dia ingin aku juga membaca
buku itu. Setelah Bayu membayar buku tersebut, Bayu langsung menyerahkannya
padaku. Aku kaget membaca sinopsisnya, ternyata buku itu berisi tentang
kekuatan cinta yang tulus, yang akhirnya terpisahkan oleh maut, dan bagaimana
sakitnya hati seorang kekasih saat menghadapi peristiwa kematian itu.
“Bayu, kenapa kamu kasih aku buku kayak gini?”
“Ela, aku pengen banget kamu baca buku ini, karena kalau kamu baca
buku ini, kamu bakal lebih mengerti lagi apa itu cinta sejati, kamu akan
merasakan betapa sangat berartinya orang yang mencintai kamu, pokoknya
ceritanya bagus deh, kamu pasti nggak bakalan nyesal kalau baca buku ini, dan
setelah membacanya, aku juga yakin kamu akan semakin sayang sama aku, he-he…
he-he …”
“Ih, kamu!! Ke-GR-an banget sih kamu, masa cuma gara-gara baca
buku ini aku bisa semakin sayang sama kamu.”
“Eh, benaran, percaya deh sama aku. Kalau nggak, ntar kamu boleh
musuhin aku lagi deh kayak dulu.”
“Bayu!! Kamu ngomong apaan sih, ya udah-udah, aku baca bukunya,
kamu kira aku bakalan senang yah kalau kita musuhan lagi.”
Bayu aneh sekali hari ini. Tadi siang dia ngomong yang nggak-nggak
di telpon, dan malam ini dia juga menyuruhku membaca buku yang isinya aneh,
tentang kematian. Tiba-tiba saja jantungku berdegup kencang, kata kematian
terasa terngiang-ngiang di telingaku. Entah kenapa aku semakin ketakutan, takut
akan kematian, takut akan kehilangan. Peganganku semakin aku kuatkan ke
pinggang Bayu, aku peluk pungungnya dan aku sandarkan wajahku ke sana. Aku
merasakan lagi kalau aku bersama Bayu, saat ini mungkin Bayu sedang tersenyum
karena dia merasakan cintaku besar untuknya.
Sambil mengenderai motornya, sesekali dia
menoleh ke belakang untuk melihatku, Bayu seperti orang yang was-was. Aneh, di
sepanjang jalan aku terus kepikiran. Dan akhirnya bunyi keras dan goncangan
hebat membuat aku kaget, nggak hanya goncangan, tapi sakit yang luar biasa di
kepalaku, aku merasakan pusing serasa dunia ini berputar sangat kencang sekali,
penglihatanku kabur, aku berusaha untuk menyadarkan diriku sendiri, apa yang
sebenarnya terjadi. Tiba-tiba aku melihat Bayu yang sedang tidur di jalanan,
samar-samar aku melihat dia seolah-olah tidur nyenyak, aku merasa mimpi, mana
mungkin Bayu tidur di jalan, perasaan baru tadi aku boncengan dengan dia. Aku
berjalan mendekati dia, tapi orang-orang yang ramai lebih dulu menghampiri dia,
aku semakin kesakitan, aku nggak kuat lagi dan akhirnya yang aku lihat hanya
kegelapan.
“Ela, kamu nggak apa-apa sayang, ini
Mama.”
Aku pandangi wajah Mama. Dia seperti orang
yang ketakutan, aku melihat sekelilingku, tiba-tiba aku baru sadar, selintas
kejadian tadi malam teringat lagi olehku.
“Ma, Bayu mana? Dia baik-baik aja kan?”
“Ela, nanti aja, kamu istirahat dulu, kamu
masih sakit sayang.”
“Nggak Ma, Ela nggak merasa sakit apa-apa,
sekarang Ela mau lihat Bayu, dimana dia Ma?”
“Ela, luka kamu belum kering betul, tadi
kamu terus-terusan ngigau kalau kamu ngerasain sakit.”
“Ma, Ela nggak ngerasa sakit, benaran,
nggak tau kenapa Ela ngerasa sehat dan kuat Ma, sekarang pokoknya Ela mau
ketemu Bayu, pasti saat ini dia butuhin Ela banget.”
“Ela, saat ini Bayu nggak butuh
siapa-siapa lagi, dia udah aman Ela, dia udah tenang di sana, sekarang udah
bahagia dengan kehidupannya sendiri, ada yang menjaga dia di sana.”
“Apa? Apa Ma, maksud Mama? Mama bohong!!
Ela nggak percaya, nggak mungkin, nggak mungkin itu terjadi sama Bayu, dia udah
janji Ma nggak akan pernah ninggalin Ela, dia sayang Ela, Ela sayang Bayu Ma ….
nggak, nggak mungkin….
Teriakanku membuat semua suster datang ke
tempatku, mereka berusaha menenangkanku, tapi aku nggak bisa, air mataku
mengalir terus tiada hentinya, salah seorang suster baru saja akan memberiku
suntikan penenang, tapi cepat-cepat aku elakkan.
“Tolong jangan suster, saat ini aku nggak
butuh itu, aku hanya ingin menangis, aku nggak rela, aku marah sama Bayu,
kenapa dia berani pergi ninggalin aku, padahal dulu dia udah janji nggak akan
pernah pergi dariku, tapi kenapa Bayu bohong, kenapa sekarang justru dia pergi
selamanya, dan aku tau dia nggak akan pernah kembali lagi kan untukku? Kenapa
kamu tinggalin aku Bayu?”
“Ela, ini udah takdirnya, waktu Bayu udah
habis di dunia, kamu jangan pernah marah sama Bayu sayang. Kamu harus yakin
kalau sekarang Bayu udah bahagia di sana.”
“Ma, kenapa justru Bayu, kenapa buka Ela
aja yang ada di sana? Ela mau kok Ma, Menggantikan Bayu, karena Ela sayang sama
Bayu Ma, atau biarkan Ela untuk bersama dia sekarang, Ela pengen menyusul dia
Ma, Ela nggak mau hidup di dunia ini tanpa dia, percuma Ma, percuma kalau nggak
ada Bayu di sini, hidup Ela nggak ada arti apa-apa.”
Dengan cepat suster-suster itu memegang
seluruh tubuhku, dan sesaat kemudian aku tertidur, di alam mimpi Bayu datang
padaku. Dengan pakaian yang serba putih Bayu tersenyum padaku, dia berjalan
mendekatiku, dia kelihatan senang sekali, seolah-olah dia mendapatkan
kebahagiaan yang baru, yang tiada duanya di dunia, melihat Bayu terus-terusan
tersenyum, rasanya aku ingin sekali ikut bersama dia, ikut merasakan
kebahagiaan yang dia rasakan saat ini. Aku berusaha memeluknya dan menggenggam
tangannya, dia membalas pelukanku, dia mendekapku, kembali aku meerasakan
kenyamanan bersamanya, aku merasakan dia memberiku kekuatan, ketegaran, dia
membelai rambutku dengan penuh rasa sayang, tapi pelan-pelan dia melepaskanku,
dia justru menjauh dariku, semakin jauh, jauh dan hilang dari penglihatanku.
Saat aku sadar, aku menangis lagi, aku
bukan menangis karena menahan sakit pada kepalaku, tapi aku menangis karena
hatiku yang terasa amat sakit. Sekarang dunia bagiku terasa kelam, hujan nggak
hanya membasahi bumi, tapi hujan membasahi kehidupanku, hatiku seolah-olah
nggak berhenti menangis, menangisi orang yang telah pergi untuk selama-lamanya,
dia nggak akan pernah kembali lagi.
Tiba-tiba mataku tertuju pada buku yang
ada di atas meja, aku baru ingat kalau itu adalah buku yang dibelikan Bayu
kemarin. Aku buka satu demi satu halaman buku itu, beberapa menit kemudian aku
tenggelam dalam ceritanya. Aku menangis membaca buku itu, sekilas aku
seolah-olah melihat wajah Bayu tersenyum di langit yang mendung di luar sana.
Entah kenapa sekarang aku kembali
merasakan kekuatan itu, kekuatan cinta yang diberikan oleh Bayu, aku merasakan
dia ada di dekatku, merangkulku, menenangkanku, aku dapat merasakan cinta dan
sayangnya. Bayu, aku sangat mencintai dan menyayangi kamu, aku yakin kamu
bahagia di sana, walaupun kamu sudah pergi dari kehidupanku, tapi kamu nggak
akan pernah pergi dari hatiku, kamu abadi untukku, Bayu. Aku akan buktikan,
kematianmu nggak akan pernah mengakhiri cintaku. Selesai.